Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Batas Akhir Verifikasi Dapodik Diperpanjang Hingga Juni 2014

Batas Akhir Verifikasi Dapodik Diperpanjang Hingga Juni 2014 - Meskipun masalah dapodik sedang banyak dikeluhkan oleh operator sekolah, saat ini Kemdikbud sedang menyiapkan pembayaran tunjangan guru berdasarkan Surat Keputusan (SK) Penerima Tunjangan Profesi dimana SK tersebut dikeluarkan berdasarkan data guru dari Data Pokok Pendidikan (dapodik). Bagi guru yang berstatus PNS Daerah (PNSD) maupun non-PNS, Kemdikbud memberikan waktu tiga bulan kepada para guru untuk melakukan verifikasi data mereka di Dapodik, terhitung sejak Maret hingga Juni 2014. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Ditjen Dikdas Kemdikbud, Sumarna Surapranata saat jumpa pers di kantor Kemdikbud, Jakarta, (20/3/2014). Sumarna Surapranata mengatakan ada beberapa alasan yang mengharuskan guru melakukan verifikasi data di dapodik agar bisa mendapatkan SK Penerima Tunjangan Profesi. “Di antaranya belum terdaftar di rombongan belajar, memenuhi syarat 24 jam tetapi rombongan belajar tidak wajar, atau mengajar tidak linier dengan sertifikat,” jelasnya.  

Batas Akhir Verifikasi Dapodik Diperpanjang Hingga Juni 2014
Image Kemdiknas.go.id

Pranata juga menyebutkan faktor-faktor yang menyebabkan tidak bisa diterbitkannya SK Penerima Tunjangan Profesi. Faktor tersebut antara lain telah pensiun atau meninggal dunia, beralih menjadi pejabat struktural/jabatan non-guru, dan tidak terdaftar di rombongan belajar. Selain itu, guru tidak tetap (GTT) juga tidak bisa mendapatkan SK tersebut.

Dalam paparannya, Pranata juga menjelaskan perkembangan status penerbitan SK Penerima Tunjangan Profesi. Untuk guru berstatus PNSD, di tingkat PAUD terdapat 35.849 guru yang memiliki sertifikat. Dari jumlah tersebut, 33.910 guru layak mendapatkan SK, 1.040 guru perlu melakukan verifikasi data, dan sisanya tak layak mendapatkan SK. Untuk tingkat pendidikan dasar terdapat 1.014.882 guru bersertifikat. Dari jumlah tersebut, 784.482 guru layak mendapatkan SK, 154.059 guru perlu melakukan verifikasi data, dan sisanya tidak layak mendapatkan SK. Sedangkan di tingkat pendidikan menengah terdapat 185.809 guru bersertifikat. Dari jumlah tersebut, 186.089 guru layak mendapatkan SK, 7.650 guru perlu melakukan verifikasi data, dan sisanya tak layak mendapatkan SK.

Sementara untuk guru non-PNS, di tingkat PAUD terdapat 47.264 guru bersertifikat, dimana sebanyak 33.996 guru layak mendapatkan SK, 13.268 guru perlu melakukan verifikasi, dan sisanya tidak layak mendapatkan SK. Di tingkat pendidikan dasar terdapat 97.368 guru bersertifikat, dimana 81.520 guru layak mendapatkan sertifikat, 9.532 guru perlu melakukan verifikasi, dan sisanya tidak layak mendapatkan verifikasi. Sedangkan di tingkat pendidikan menengah terdapat 61.861 guru bersertifikat, dimana 46.567 guru layak mendapatkan sertifikat, 14.041 guru perlu melakukan verifikasi, dan sisanya tidak layak mendapatkan sertifikat.

Bulan Juni 2014 dipilih sebagai batas akhir para guru melakukan verifikasi data karena bulan Juni merupakan batas pergantian tahun ajaran baru, sehingga dapodik harus diperbarui. SK Penerima Tunjangan Profesi yang terbit di semester II tahun ajaran 2013/2014 berlaku selama 6 bulan, untuk mendapatkan tunjangan profesi triwulan I dan II, yaitu Januari hingga Juni 2014. Kemudian untuk SK yang terbit di semester I tahun ajaran 2014/2015 juga berlaku selama 6 bulan untuk membayar tunjangan profesi triwulan III dan IV, yaitu Juli hingga Desember 2014 dengan data yang diperbarui kembali.


1 komentar untuk "Batas Akhir Verifikasi Dapodik Diperpanjang Hingga Juni 2014"

  1. Bagi kami yang penting System pada Dapodik mendatang dak banyak nyusahin OPS aja dak masalah. Toh di bulan berikutnya jika masih ada TPP bagi para Guru yah lagi2 OPS jadi tumpuan para PTK. Lagi pula jika awal Dapodik sudah benar kan tinggal merubah dari naik kelas/tinggal kelas ditambah siswa baru ataupun mutasi PTK. Met nunggu perintah selanjutnya dari para Juragan bagi temen OPS yang masih setia.

    BalasHapus